SPM > Inti Ajaran Ma'rifat
"INTI AJARAN MA"RIFAT"
“Dzat dan Rumah Tuhan”
Ajaran pertama tentang Dzat dan
singgasana Tuhan. Ajaran
tersebut terbagi menjadi delapan
bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Adanya Dzat.
Sesungguhnya tidak ada apa-apa,
karena pada waktu masih keadaan
kosong, belum ada sesuatu
apapun. Yang ada hanyalah Aku.
Tidak ada Tuhan selain Aku.
Akulah hakikat Dzat yang Maha
Suci, yang meliputi sifat-Ku, yang
menyertai Nama-Ku, dan yang
menandai perbuatan-perbuatan-
Ku.
2. Kejadian Dzat.
Sesungguhnya, Aku adalah Dzat
yang Maha Kuasa, yang berkuasa
menciptakan segala sesuatu.
Terjadi dalam seketika, sempurna
dari Kodrat-Ku. Pertama kali yang
Aku ciptakan adalah sebuah
pohon bernama Sajaratul Yakin
(pohon kehidupan). Pohon itu
tumbuh dialam Adam Makdum
(kosong hampa) yang azali dan
abadi. Setelah itu Aku ciptakan
Cahaya Bernama Nur Muhammad
(cahaya yang terpuji), kemudian
cermin bernama Mir’atul Haya’i
(kaca wira’i), nyawa yang disebut
Roh Idhafi (nyawa yang jernih),
pelita yang bernama Kandil
(lampu tanpa api), pemata yang
bernama Dzarrah (permata), dan
Jalal (keperkasaan) yang disebut
Hijab (dinding jalal atau
penutup), yang menjadi sekat
bagi penampakan-Ku.
3. Uraian Tentang Dzat.
Sebenarnya manusia itu adalah
Rahsa-Ku dan Aku ini adalah
rahsa manusia karena Aku
menciptakan Adam dari empat
unsur yaitu : tanah, air, api, dan
udara. Keempat unsur itu adalah
perwujudan dan Sifat-Ku.
Kemudian Aku masukkan kedalam
tubuh Adam lima macam
mudzarrah, yaitu : nur, rahsa,
ruh, nafsu, dan budi yang
merupakan dinding yang
menghalangi pada Wajah-Ku yang
Maha Suci.
4. Susunan dalam Singgasana
Baitul Makmur.
Sesungguhnya Aku mengatur
singgasana dalam Baitul Makmur,
yaitu rumah tempat kesukaan-Ku.
Tempat itu berada dalam kepala
Adam. Dalam kepala itu ada otak,
dalam otak itu ada manik, dalam
manik ada budi, dalam budi ada
nafsu, dalam nafsu ada sukma,
dalam sukma ada rahsa, dalam
rahsa ada Aku. Tidak ada Tuhan
selain Aku, Dzat yang meliputi
semua keadaan.
5. Susunan dalam Singgasana
Baitul Muharram.
Sesungguhnya Aku mengatur
singgasana berada dalam Baitul
Muharram, yaitu rumah tempat
pengingat-Ku. Tempat itu ada di
dalam dada Adam, di dalam dada
itu ada hati, di dalam hati itu ada
jantung, di dalam jantung itu ada
budi, di dalam budi itu ada jinem
(angan-angan), di dalam jinem itu
ada sukma, di dalam sukma itu
ada rahsa, di dalam rahsa itu ada
Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku,
Dzat yang meliputi semua
keadaan.
6. Susunan dalam Singgasana
Baitul Muqaddas.
Sesungguhnya Aku mengatur
singgasana di dalam Baitul
Muqaddas. Itu adalah rumah,
tempat yang Aku sucikan. Berada
dalam kontholnya Adam, dalam
konthol itu ada prinsilan (buah
pelir), di antara prinsilan itu ada
nathfah yaitu mani, dalam mani
itu ada madzi, dalam madzi itu
ada wadi, dalam wadi ada
manikem, dalam manikem itu ada
rahsa, dalam rahsa ada Aku. Tidak
ada Tuhan selain Aku, Dzat yang
meliputi semua keadaan, bertahta
dalam nukat gaib, turun menjadi
Jauhar Awal. Disitulah alam
Ahadiyat berada (alam Wahdat
dan alam Wahidiyat), alam Arwah,
alam Misal, alam Ajsam, dan alam
Insan Kamil, menjadi manusia
sempurna yaitu sifat-Ku yang
sejati.
7. Peneguh Iman.
Yaitu yang menjadi kekuatan
iman:
Aku bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan selain Aku dan
menyaksikan Diri-Ku bahwa
Muhammad itu adalah utusan-Ku.
8. Kesaksian.
Aku bersaksi dalam Diri-Ku sendiri
bahwa tidak ada Tuhan selain
Diri-Ku dan menyaksikan Diri-Ku
bahwa Muhammad itu adalah
utusan-Ku. Bahwa sesungguhnya
yang dinamakan Allah itu adalah
Badan-Ku, Rasul itu adalah Rahsa-
Ku, Muhammad itu adalah
Cahaya-Ku. Akulah yang selalu
ingat dan tidak pernah lupa,
Akulah yang kekal tidak bisa
diubah oleh keadaan. Akulah
yang selalu tahu, tidak ada suatu
apapun yang tersembunyi dari-Ku.
Akulah yang menguasai segalanya,
yang Maha Kuasa dan Bijaksana,
tidak memiliki kekurangan dalam
pengetahuan.
Byaaaaarrrrr..!! Sempurna, terang-
benderang, tidak terasa apa-apa,
tidak kelihatan apa-apa, hanya
Diri-Ku yang meliputi semua alam
dengan Kodrat-Ku.
Wallahu A`alam.
Langganan:
Postingan (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar